Membangun Ekosistem
Pewarna dari bahan alami untuk wastra dan kriya sebagai keunggulan yang memberikan nilai kompetitif produk khas Indonesia berbasis budaya, sangat terkait dengan berbagai aspek. Warna alam memiliki ekosistem yang melingkupi dan memengaruhinya. Tanpa ekosistem yang baik, warna alam tidak akan mampu meningkatkan nilai kriya wastra kita.
Sebagai bagian dari pemangku kepentingan pemajuan wastra dan kriya warna alam Indonesia, Warlami berupaya berperan aktif dalam terbangunnya ekosistem warna alam, khususnya untuk wastra dan kriya serta produk pengembangannya.

Pelatihan

Salah satu kegiatan utama Warlami adalah melakukan pelatihan pewarnaan alam ke berbagai daerah di Indonesia. Dalam kurun waktu lima tahun setelah pandemi, Warlami telah berhasil mengadakan pelatihan pewarnaan alam pada benang di empat wilayah yang terdiri dari banyak penenun.
1
Tapanuli Utara
Warlami mengadakan pelatihan pewarnaan alam pada benang tenun di Tapanuli Utara pada tahun 2021. Selama proses pelatihan, Warlami dan peserta pelatihan mengikuti protokol kesehatan dan tetap memakai masker selama program berlangsung.
2
Timor Tengah Selatan
Pada tahun 2022, Warlami kembali mengadakan pelatihan di Timor Tengah Selatan (TTS). Warlami menrangkul para penenun dari enam desa di TTS, yakni Biloto, Bisene, Kualeu, Kuanfatu, Nekemunifeto, dan Tuataum.
3
Badui Luar
Seiring dengan pelatihan di TTS, Warlami juga melakukan pelatihan pewarnaan benang dengan pewarnaan alam di Badui Luar pada tahun 2022
4
Sumba Timur
Warlami melakukan pelatihan pewarnaan alam pada benang tenun di Sumba Timur selama tahun 2024-2025. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan mengembalikan tradisi nenek moyang dalam mewarna benang dengan pewarnaan alam. Warlami merangkul para penenun dari empat desa, yakni Kambatatana, Wukukalara, Prai Kilimbatu, dan beberapa penenun dari Kelurahan Kawangu, Sumba Timur.
5
Mamasa
Bekerjasama dengan badan pemerintah BPKSDA, Warlami kembali memberikan pelatihan pewarnaan alami benang kepada komunitas penenun di Mamasa, Sulawesi Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 50 penenun yang berasal dari tujuh desa (Tondok Bakaru, Pebassian, Mambuliling, Rambu Saratu, Taupe, Lambanan, Bubunbatu) yang masih meneruskan tradisi menenun tradisional (bukan mesin) hingga kini.
6
Deli Serdang
Berlanjut dari program sebelumnya, di tahun 2025 Warlami dan BCA kembali memberikan pelatihan pewarnaan alami benang kepada komunitas penenun di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dengan total peserta 32 penenun, Warlami mengadakan pelatihan yang berlokasi di bangunan bersejarah di Medan yakni, Istana Maimun.

























































