Sekilas Warlami
WARLAMI (Perkumpulan Warna Alam Indonesia) merupakan organisasi nirlaba, dimana di dalamnya bergabung para pelaku (artisan, pengrajin, atau pembuat) wastra (kain adati) dengan pewarna dari bahan alami, para penggiat, dan akademisi dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki kecintaan, visi, dan misi salam penggunaan kembali warna alam dan serat alam untuk wastra Nusantara.

Visi
Menjadi organisasi perkumpulan yang mampu berperan penting dalam upaya penguatan wastra warna alam dan serat alam ramah lingkungan.
Misi
Menggerakkan upaya peningkatan kualitas warna alam dan serat alam Indonesia dengan sumber yang berkelanjutan dan penggunaannya dalam industri kerajinan nasional.
Nilai Organisasi

-
Konservasi budaya
-
Konservasi lingkungan
-
Pemberdayaan ekonomi pelaku warna alam
​
Sejarah
Organisasi

Warlami: dari gerakan menjadi organisasi resmi nasional
Gerakan
Perkumpulan
Berbadan Hukum
Struktur Organisasi
Jaringan Anggota Lingkup Nasional
Semula merupakan gerakan warna alam yang diinisiasi Direkorat IKM, Kementrian Perindustrian, dan sejumlah pegiat wastra
Menjadi organisasi berbadan hukum berbentuk perkum-
pulan dengan akta notaris pada tahun 2015
Memiliki kepengurusan definitif
Saat ini memiliki jaringan anggota dan pegiat yang semakin luas di berbagai provinsi
Tim Pengurus
Pengawas
Jaringan Anggota

Jaringan pelaku wastra yang tergabung dalam Warlami saat ini meliputi mereka yang tinggal di berbagai daerah dimana ada entitas wastra di sana. Hampir seluruhnya masih aktif membuat karya berupa kain wastra, baik batik maupun tenun dengan menggunakan bahan pewarna alami.
​
Lebih dari seribu pelaku wastra warna alam di seluruh daerah Indonesia tergabung dalam Warlami. Tersebar di 13 provinsi, dan 31 Kabupaten dan kota. Para pelaku wastra yang tergabung masih terbuka peluang untuk terus bertambah, karena banyak daerah dengan warisan wastra warna alam yang belum tergali dan belum tersentuh oleh upaya penguatan.
Tokoh Wastra Warlami Daerah
Dalam merintis dan membangun ekosistem wastra warna alam di daerah, Warlami selalu berusaha memunculkan jawara-jawara wastra warna alam lokal setempat. Mereka menjadi perpanjangan tangan Warlami di daerah, sekaligus sebagai tokoh-tokoh yang harus didukung pengembangan potensinya dalam pemajuan wastra warna alam kita.




















